Investor asal Eropa semakin banyak yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan diversifikasi portofolio properti mereka. Dengan imbal hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasar properti di Eropa dan harga yang relatif terjangkau, Indonesia menawarkan proposisi nilai yang sangat kompetitif.
Negara-negara seperti Belanda, Prancis, Jerman, dan Inggris menjadi sumber investor Eropa terbanyak yang aktif di pasar properti Indonesia, terutama di kawasan Bali dan Jakarta.
Perbandingan Imbal Hasil
Di banyak kota besar Eropa, imbal hasil sewa properti hanya berkisar antara dua hingga empat persen per tahun. Bandingkan dengan Indonesia, di mana properti sewa di lokasi strategis dapat menghasilkan imbal hasil delapan hingga dua belas persen atau bahkan lebih.
Perbedaan yang signifikan ini menjelaskan mengapa properti Indonesia untuk investor global, terutama dari kalangan investor Eropa yang mencari return yang lebih agresif.
Gaya Hidup sebagai Faktor Tambahan
Selain faktor finansial, banyak investor Eropa yang juga tertarik dengan gaya hidup yang ditawarkan Indonesia. Iklim tropis, biaya hidup rendah, dan keramahan penduduk lokal menjadi nilai tambah yang membuat investasi di Indonesia terasa lebih personal dan bermakna.
Tidak jarang investor akhirnya memutuskan untuk tinggal sebagian waktu di Indonesia, menggabungkan investasi dengan gaya hidup yang mereka impikan.